Jumat, 04 Maret 2011
PENGERTIAN DAN ARTI DASA DHARMA
2. Republlik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.
Penjelasan masing-masing Darma
1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
1. Pendahuluan
Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:
Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,
Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan
2. Pengertian
1.Takwa
1. Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.
2. Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
1. Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
2. Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
3. Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,
2. Tuhan
Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baaik berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.
1. Dari segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).
Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.
2. Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabdaNya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya kaarena afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai insane manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.
3. Esa= satu/tunggal.
Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.
“Tiada Tuhan selain Allah”.
3. Berbicara tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat dipisahkan daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.
Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.
Akhlak terhadap sesame manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia mengandung unsur hubungan kemanusia mengandung unsure hubungan kemanusiaan yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,
a. Akhlak terhadap sesame makhluk Tuhan mengandung unsure peri kemanusiaan.
b. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.
c. Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsure budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.
3. Pelaksanaan
1. Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.
Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
Sebagai Contoh.
Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.
2. Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.
Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
3. Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
4. Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
5. Menghormati orang beragama lain.
6. Menyelenggarakan cermah keagamaan.
7. Menghormati orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
a. Pengertian
1. Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.
2. Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila
b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka miliki.
1.Kasih sayang sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.
2.Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.
3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
a. Pengertian
1. Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
2. Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
3. Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
4. Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
5. Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1. Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
1. menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
2. mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.
3. Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
4. Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
2. Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
3. Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
4. Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
5. Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.
4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
1. Pengertian
1.Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
2.Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
3.Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.
2. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1.Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.
Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
1.Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
2.Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak
3.Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.
5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
a. Pengertian
1. Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.
2. Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.
3. Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.
b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
1. Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
2. Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
3. Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
4. Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat.
6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
a. Pengertian
1. Rajin
Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.
2. Terampil
Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
3. Gembira
Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian.
4. Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
1) Rajin
1.Biasakan membaca buku yang baik.
2.Biasakan untuk membuaat karya tulis.
3.Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
4.Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
5.Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
6.Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
2) Bekerja
1. Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
2. Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
3. Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
4. Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
5. Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
6. Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
7. Bergembiralah dalam tiap usaha.
8. Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
3) Terampil
1. Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
2. Latih terus-menerus.
3. Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
4. Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
5. Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.
7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
a. Pengertian
1) Hemat
1. Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
2. Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).
Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.
3. Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.
2) Cermat
Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.
Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.
3) Bersahaja
Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1.Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.
2.Tidak ceroboh.
3.Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar.
4.Sadar akan dirinya sebagai suatu pribadi.
5.Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan
6.Meneliti sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam pelaksanaannya.
7.Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).
8.Pengguna air tidak terbuang percuma.
9.Memeriksa pekerjaan sebellllum diserahkan kepada Pembina.
10.Menggunakan uang jajaan dengan hemat.
11.Membiasakan anak belanja kewarung dan pasar dengan teratur.
12.Memberi anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain=lain.
13.Membiasakan untuk menabung
14.Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
a. Pengertian
1. Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.
2. Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
3. Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.
4. Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
5. Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari
1. Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).
2. Mentaati peraaturan.
3. Menjalani ajaran dari ibadah agama,
4. Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
5. Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.
9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
1.Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
1. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
2. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
3. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
4. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,
Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
2. Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
Misalnya:
1. Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
2. Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
3. Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
4. Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
5. Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.
10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
a. Pengertian
1. Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
2. Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
3. Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
4. Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
5. Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1. Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
2. Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
3. Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
4. Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
5. Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.
Rabu, 14 April 2010
Arti Lambang Gerakan Pramuka
Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.
Arti Kiasan Lambang
Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka
adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani
dan rohaninya kuat dan ulet.
3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang
mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki
cita-cita yang tinggi.
5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa,
bangsa dan agama.
7. Padi dan kapas melambangkan kesuburan dibidang pangan dan sandang
8. Bintang melambangakan 5 sila pancasila
Rabu, 17 Maret 2010
Lintas Alam
.jpg)
Lintas alam adalah kegiatan untuk melatih peserta didik untuk mnyiapkan diri untuk dapat mengetahui dan membaca arah serta survifal di alam. Para siswa dilatih bagaimana untuk bekerjasama, saling tolong menolong, cinta alam, ketahanan fisik dan mental, berani, samapi dengan pemberian materi tentang P3K, pembuatan tandu, halang rintang, out bond, dll.
Selain untuk menikmati suasana alam siswa kita ajakan pula bagaimana mensyukuri nikmat Allah SWT yang terpampang luas yang merupakan kekuasaan-Nya yang terbentang dan patut kita jaga dan pelihara,.
Perjalanan lintas alam yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2010 bertempat di lokasi eks Islamic Center Samarinda Jl. P.Suryanata Air Putih menempuh rute menaki bukit Islamic menuju Perum Airlisa sampai dengan Juanda 1 hingga Finish tepat di belakang Anjungan Asrama Islamic ini menempuh waktu mulai start jam 07.30 s.d 11.00 dengan jumlah peserta 20 orang yang antusias mengikuti kegiatan ini.
Nantikan Lomba Lintas Alam antar siswa MAN 1 Samarinda yang Insya Allah akan kita laksanakan, tunggu tanggal mainnya
Selasa, 16 Maret 2010
GUDEP 209-210 KHALID bin WALID PANGKALAN MAN 1 SAMARINDA
GUGUS DEPAN 209 – 210
KHOLID BIN WALID
PANGKALAN MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1
S A M A R I N D A
![]()
Jl. Pangeran Suryanata Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Telp. 0541-742909 Kodepos 75129
![]()
A. LATAR BELAKANG
Persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan sprituil, serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia melalui pendiri Negara kesatuan Republik Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pula yang merupakan dorongan para pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan. Dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yangg diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan karunan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dimana kaum muda sebagai potensi bangsa dalam kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban untuk melanjutkan perjuangan tersebut.
Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana, sebagai kelanjutan dan pembaharuan gerakan kepanduan nasiona, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila da Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui Kepramukaan dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, untuk mewujudkan masyarakat madani, dan dapat melestarikan keutuhan dari :
- Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika
- Ideologi Pancasila
- Kehidupan Rakyat yang Rukun dan Damai
Dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal tersebut diatas, maka Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan sebagai bagian pendidikan nasional dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among.
B. LANDASAN DASAR
1. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
2. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
3. Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 107 Tahun 1999 tentang Anggaran Runah Tangga Gerakan Pramuka.
4. Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Nomor 220 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok Organisasi Gerakan Pramuka.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Kegiatan kepramukaan dimaksudkan untuk dapat dijadikan sebagai :
· Kepramukaan adalah proses pendidikan ekstrakurikuler dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya adalah pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur.
· Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi siswa siswi untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik fisik, intelektual, emosianal, sosial, dan spritual sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.
· Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan sepanjang hayat yang berkesinambungan Sumber Daya Manusia/potensi peserta didik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dengan sasaran menjadikan mereka sebagai manusia mandiri, peduli, bertanggung jawab dan berpegangan teguh pada nilai-nilai dan norma Agama dan Masyarakat.
b. Tujuan
Kegiatan kepramukaan dimaksudkan agar peserta didik dapat menghayati dan memahami :
· Kepramukaan dalam pendidikan nonformal adalah wadah peningkatan karya, mutu mental, moral, fisik, intelektual, emosional, sosial dan spritual.
· Kepramukaan adalah proses pendidikan dan pengajaran
· Kepramukaan adalah dasar dan landasan pendidikan meniru. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru.
· Kepramukaan melatih untuk dapat melaksanakan manajement, adminstrasi, keorganisasian masyarakat, dan pemahaman tentang Negara Kesatuan, Wawasan Nusantara, dengan didasari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
D. VISI DAN MISI
a. Visi
Terwujudnya generasi muda yang siap dari segi mental, moral, intelektual, keterampilan, fisik, dan menumbuhkan jiwa sosial serta dapat meningkatkan spritual.
b. Misi
Mampu membentuk watak yang baik, berketerampilan, serta sehat jasmani dan rohani dengan penanaman dan pemupukan dalam diri peserta didik :
· Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
· Kesadaran berbangsa dan bernegara
· Pengamalan Moral Pancasila
· Pemahaman Sejarah Perjuangan Bangsa
· Rasa Percaya Diri
· Tanggung Jawab dan Disiplin
· Melatih kecakapan khusus
· Menjaga kebersihan dan ketertiban serta penyuluhan kesehatan dan menjaga keindahan, kelestarian lingkungan hidup.
E. MOTTO
“ BERPIKIR POSITIF, KREATIF, INOVATIF, DAN PACU PRESTASI “
F. KEPENGURUSAN
Kepengurusan kepramukaan terdiri dari seluruh unsur yang ada di dalam ruang lingkup sekolah yang terdiri dari :
1. MAJELIS PEMBIMBING
Unsur Majelis Pembimbing Gugus Depan terdiri dari :
· Kepala Sekolah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan
· Unsur Komite Sekolah sebagai Wakil Ketua Pembimbing Gugus Depan
· Waka. Kurikulum sebagai Sekretaris Majelis Pembimbing Gugus Depan
· Waka. Kesiswaan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Harian Gugus Depan
· Waka. Humas sebagai Sekretaris Majelis Pembimbing Harian Gugus Depan
· Waka. Sarana Prasana sebagai Anggota Majelis Pembimbing Harian Gugus Depan
· Waka. Keterampilan sebagai Anggota Majelis Pembimbing Harian Gugus Depan
Adapun Tugas secara umum dari Majelis Pembimbing diantaranya adalah :
· Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka pada Gugus Depan.
· Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moriel, oragnisatoris, materiel, dan finansial kepada gugus depan untuk seluruh kegiatan.
· Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan.
· Majelis Pembimbing wajib berkonsultasi secara periodik dengan Gugus Depan lain/ Satuan Karya/ Kwartir Gerakan Pramuka.
2. PEMBINA
· Unsur guru 2 orang sebagai Pembina Gugus Depan Gerakan Pramuka yang terdiri dari 1 orang Pembina Laki-laki dan 1 orang Pembina Perempuan yang melaksanakan pembimbinaan disesuaikan dengan sistem satuan terpisah.
Adapun Tugas dan Tanggung Jawab Pembina Gugus Depan di antaranya adalah :
· Mengelola Gugus Depan selama masa bakti gugus depan.
· Melaksanakan ketetapakn Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta keputusan Musyawarah Gugus Depandan ketentuan lain yang berlaku
· Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam Gugus Depan.
· Membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan, dan keuangan Gugus Depan.
· Menyelenggarakan pendidikan kepramukaan didalam Gugus Deapan.
· Mengkoordinasikan pembina satuan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugus Depan dan orang tua peserta didik.
· Bekerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat di lingkungan Gugus Depan, dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugus Depan.
· Menyampaikan laporan tahunan kepada koordinator Desa/Kelurahan, Kwartir Ranting, dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan Gugus Depan.
· Menyampaikan pertanggungjawaban Gugus Depan kepada Majelis Pembimbing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. DEWAN AMBALAN
· Pengurus Dewan Ambalan terdiri dari satuan terpisah yaitu Dewan Ambalan Putra 209 Khalid bin Walid dan Dewan Ambalan Putri 210 Khalid bin Walid.
· Pengurus Dewan Ambalan ditunjuk melalui Musyawarah Dewan Ambalan Gugus Depan setiap 1 tahun masa bakti kepengurusan.
· Pengurus Dewan Ambalan semaksimalnya dipilih dari peserta didik kelas XI.
· Unsur Dewan Ambalan terdiri dari :
- 1 orang Ketua Dewan Ambalan
- 1 orang Wakil Ketua Dewan Ambalan
- 1 orang Sekretaris Dewan Ambalan
- 1 orang Bendahara Dewan Ambalan
- 1 orang Pemangku Adat Dewan Ambalan
- 2 orang Bidang Teknik dan Sistem Kepramukaan ( TEKPRAM )
- 2 orang Bidang Kegiatan Operasional ( GIATOP )
- 2 orang Bidang Bimbingan dan Pengembangan ( BINBANG )
- 2 orang Bidang Penelitian dan Evaluasi ( LITEV )
Adapun tugas dan tanggung jawab dari Dewan Ambalan Gugus Depan Gerakan Pramuka diantaranya :
· Mengelola organisasi Gerakan Pramuka sampai masa bakti.
· Menyusun Program Kerja Tahunan
· Merencanakan kegiatan-kegiatan kepramukaan.
· Melaksanakan kegiatan latihan rutin sebagaimana yang telah ditentukan.
· Mengkoordinasikan kegiatan kepada Gugus Depan lain melalui Pembina Gugus Depan.
· Mempersiapkan anggota Gerakan Pramuka pada setiap kegiatan pacu prestasi.
· Mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan Pembina Gugus Depan.
· Melaksanakan Musyawarah Dewan Ambalan setiap tahun untuk memilih Dewan Ambalan yang baru.
· Mengelola pendanaan Dewan Ambalan melalui iuran wajib anggota.
· Melaporkan seluruh kegiatan kepada Pembina Gugus Depan secara tertulis maupun lisan.
· Membantu kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah dalam keikutsertaan sebagai partisifasi dan pengabdian terhadap induk pangkalan Gugus Depan.
G. PROGRAM KERJA
Adapun Program Kerja Tahunan Gugus Depan 209 – 210 Khalid bin Walid Pangkalan MAN 1 Samarinda diantaranya adalah :
1. Musyawarah Dewan Ambalan Pramuka Penegak Gerakan Pramuka ( MUSBALAN ).
2. Peringatan HUT Gerakan Pramuka.
3. Peringatan HUT Gugus Depan.
4. Latihan Rutin.
5. Penerimaan Anggota Baru
6. Masa Orientasi Anggota Baru
7. Masa Orientasi Dewan Ambalan
8. Perkemahan Sabtu Minggu ( PERSAMI )
9. Ikut serta dalam kegiatan lomba kepramukaan.
H. STRATEGI
Strategi pelatihan yang dikembangkan dalam pendidikan pramuka adalah menggunakan sistem among dimana satu sangga pramuka dibimbing oleh satu orang pembina yang dibantu oleh pendamping pembina yang terdiri dari tingkat Pendega, Laksana, ataupun Bantara.
Setiap sesi latihan peserta didika akan diberikan materi-materi dasar tentang kepramukaan yang terdiri dari materi pramuka dasar untuk pramuka penegak sampai dengan muatan-muatan keterampilan baik untuk meningkatkan kemampuan intelenji, mental, fisik, sosial, akademik, sampai dengan profesionalisme organisasi.
Materi-materi tersebut diantaranya :
- Materi Kepramukaan
- Materi tentang AD / ART Gerakan Pramuka
- Materi tentang keorganisasian gerakan pramuka
- Materi tentang teknik dan sistem pramuka
- Materi tentang kegiatan operasional pramuka
- Materi tentang bimbingan dan pengembangan diri
- Materi tentang penelitian dan evaluasi
- Materi tentang sejarah dan atribut pramuka
- Materi tentang sumpah dan janji serta dasa darma pramuka
- Materi tentang adat pramuka gugus depan
- Materi Wawasan
- Materi tentang wawasan nusantara
- Materi tentang sosialisasi dan persiapan diri membangun masyarakat
- Materi Kedisiplinan
- Latihan Kepemimpinan
- Latihan Peraturan Baris Berbaris ( PBB )
- Materi Ketangkasan dan Kecermatan
- Latihan Tali Temali dan Simpul
- Latihan Sandi
- Latihan Semapur
- Latihan Halang Rintang
- Latihan Tanabur Alam / Lintas Alam
- Materi Survival
- Perkemahan Sabtu Minggu ( PERSAMI )
- Perkemahan Jum’at, Sabtu, Minggu ( PERJUSAMI )
- Metari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P 3 K )
- Materi Tentang P 3 K
- Materi Kesehatan Pribadi
- Materi Kesehatan Lingkungan Tempat Tinggal
- Materi Kesehatan Lingkungan Masyarakat
PEMBINA PUTRI : RHABIATUL ADAWIYAH, S.Pd
